cool hit counter

Muhammadiyah Lampung - Persyarikatan Muhammadiyah

 Muhammadiyah Lampung
.: Home > Berita > PDM PESISIR BARAT DIALOG IDEOPOLITOR

Homepage

PDM PESISIR BARAT DIALOG IDEOPOLITOR

Minggu, 09-02-2019
Dibaca: 119

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pesisir Barat melaksanakan kegiatan diskusi tentang Ideologi Politik, dan Organisasi Muhammadiyah. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 9 Februari 2019 ini bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Barat. Hadir sebagai pemantik Diksusi adalah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Lampung, yakni: Prof. Dr. Marzuki Noor, MS, Drs. Syamsul Hilal, MA, Drs. Mansyur Hidayat, M.Sos.I dan Drs. Ahmad Syukri, M.Pd. Ikut mendampingi PWM, M. Solihin, M.Pd dan Eko Budi Sulistio, M.AP dari Majelis Pendidikan Kader (MPK). Dalam sambutannya, Ketua PW Muhammadiyah Lampung mengatakan bahwa Muhammadiyah di Pesisir Barat harus mulai berkembang dengan mengelola organisasi dan aset-aset organisasi dengan sebaik-baiknya. Muhammadiyah merupakan organisasi yg telah lama berdiri, bahkan sebelum Indonesia ada. Muhammadiyah merupakan salah satu komponen pendiri Negara Republik Indonesia dan ikut merumuskan dasar negara Pancasila. Muhammadiyah, tidak bertujuan untuk mendirikan negara agama, melainkan berkeinginan untuk mewujudkan masyarakat utama, yakni masyarakat yang menerapkan ajaran Islam dengan sebenar-benarnya. Dalam upaya ini, Muhammadiyah menganut 2 gerakan tajdid, yakni tajdid dalam bidang ibadah (dimaknai sebagai gerakan purifikasi), dan tajdid dalam bidang muamalah (diartikan sebagai dinamisasi kehidupan bermasyarakat). Dalam bidang ibadah, anggota dan simpatisan Muhammadiyah berpegang teguh pada apa-apa yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad, SAW, tidak menambahi maupun tidak mengurangi. Sedangkan dalam bidang muamalah duniawiyah, Muhammadiyah melakukan aksi-aksi yang relevan dengan kemajuan zaman. Muhammadiyah memodernisasi sistem dan prosedur berorganisasi dan mengakomodasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada. Selanjutnya, Drs. Syamsul Hilal, M.Ag, mengemukakan bahwa Muhammadiyah itu sebagai gerakan purifikasi Islam, terutama dalam penerapan syariat Islam. Contohnya di bidang Ekonomi, saat ini Muhammadiyah sedang bersemangat mendirikan lembaga keuangan syariah spt Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM). Umat Islam harus berperan penting dalam kemajuan ekonomi masyarakat, khususnya melalui syariat Islam. Lebih lanjut, Drs. Mansyur Hidayat, M.Sos.I mengatakan bahwa Muhammadiyah itu bisa kuat dan maju kalau cabang dan rantingnya kuat. Karena itu tugas PDM Pesisir Barat adalah sesegera mungkin menetapkan pengurus2 cabang dan ranting yang ada dan selanjutnya dilakukan pembinaan-pembinaan baik di bidang pengajian agama, maupun pelatihan-pelatihan pengelolaan organisasi. Kalau cabang dan rantingnya kuat, maka Muhammadiyah akan kuat. Terakhir, Drs. Ahmad Syukri, M.Pd menyampaikan bahwa karena Muhammadiyah ikut mendirikan negara RI, maka menjadi kewajiban bagi seluruh warga persyarikatan Muhammadiyah untuk ikut menjaga dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan dan urusan politik. Muhammadiyah bukan partai politik, oleh karena itu jika warga Muhammadiyah ingin berpolitik hendaknya masuk pada partai-partai politik yang sudah ada, khususnya partai politik yang manifesto politiknya tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut oleh Muhammadiyah sebagaimana tertuang pada Khitttah, Mukadimah Anggaran Dasar, Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah. Mereka juga harus tetap menjalankan prinsip-prinsip hidup sebagaimana tertuang dalam Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah. (EBS)
Tags:
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori:



Arsip Berita

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website