cool hit counter

Muhammadiyah Lampung - Persyarikatan Muhammadiyah

 Muhammadiyah Lampung
.: Home > Berita > Kampus 4 Universitas Muhammadiyah Metro Jadi Tuan Rumah Diklatsusdirtrenmu Regional Sumatera

Homepage

Kampus 4 Universitas Muhammadiyah Metro Jadi Tuan Rumah Diklatsusdirtrenmu Regional Sumatera

Jum'at, 06-07-2018
Dibaca: 130

Prof. Dr. Marzuki Noor M.S memberikan sambutan | Ketua PWM Lampung

 

METRO – Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) selenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Khusus Manajemen Pesantren bagi Mudir Pesantren Muhammadiyah Regional Sumatera Tahun 2018 yang berlokasi di Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tanwir kampus 4 UM Metro pada Senin-Kamis, 02-04 Juli 2018.


Acara yang akan berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan 60 mudir Pesantren Muhammadiyah di wilayah Sumatera. Rektor UM Metro, Prof. Dr. Karwono, M.Pd. dalam sambutan pengantarnya mengungkapkan bahwa UM Metro ditunjuk langsung oleh pihak LP2M PP Muhammadiyah sebagai tuan rumah untuk keberlangsungan DiklatsusdirtrenMu tersebut. Menurutnya hal ini diputuskan setelah melakukan musyawarah bersama beberapa hari menjelang lebaran  antara pihak LP2M PP Muhammadiyah dengan UM Metro.

“UM Metro mendapat amanah sebagai tuan rumah untuk keberlangsungan diklatsusdirtrenMu ini. Waktu itu saya katakan, Kenapa UM Metro yang ditunjuk sebagai tuan rumah ketika ditawarkan oleh pihak LP2M, kenapa tidak di Palembang atau di Medan yang kotanya dan kampusnya lebih besar dibanding UM Metro. Tapi Bismillah mudah-mudahan UM Metro dapat menjamu Bapak/Ibu di kampus 4 UM Metro yang jumlahnya mencapai 60 peserta sebagaimana yang telah terdaftar,” ujarnya.
Sementara itu, ketua LP2M, Dr. Maskuri, M.Ed menyebut DiklatsusDirtrenMu ini merupakan Diklatsus ke-empat. Ia menilai DiklatsusDirtenMu kali ini merupakan DiklatsusDirtrenMu yang terbaik jika dibandingkan dengan yang sebelumnya.


“DiklatsusDirtrenMu ini merupakan Diklatsus yang ke-empat setelah di Solo, Sulawesi dan Bandung. Kenapa yang ke-empat di Metro, karena pesantren yang paling banyak diantara PontrenMu di wilayah Sumatera ada di Lampung. Di sumatera barat yang dulu terkenal dengan sumber para ulamanya malah ćuma memiliki 4 pesantren, namun yang benar-benar hidup hanya ada dua. Kalo saya nilai, dari empat tempat, ini adalah tempat terbaik. Gedungnya baru, sehingga kita nyaman. Mudah-mudahan pesantren se-sumatera dapat lahir dari UM Metro ini,” ucapnya.


Menurutnya DiklatsusDirtrenMu ini merupakan salah satu gerakan LP2M setelah terbentuk atas hasil Muktamar Muhammadiyah yang berlangsung di Makasar pada tahun 2015 yang lalu dengan menambah jumlah Majelis untuk mengurus pesantren.
“Ada tiga tugas pokok LP2M terhadap PontrenMu di Indonesia yang pertama sebagai Penelitian dan Pengembangan PontrenMu, yang kedua menyusun pedoman pengembangan pontrenMu, dan yang ketiga menyusun Kurikulum PontrenMu. Oleh karena itu, saya sampaikan bahwa LP2M tidak mengelola Pesantren Muhammadiyah secara langsung, tapi hanya memberi arahan, sementara pengelolaan sepenuhnya ada pada mudir,” paparnya.


“Makanya kami berinisiatif untuk mengadakan pelatihan DiklatsusDitrenMu ini guna memaksimalkan kinerja pesantren yang ada. Memang kita akui sejauh ini pengelolaan pesantren dibawah Majelis Dikdasmen sangat kurang sekali. Dengan diberikan pelatihan khusus untuk mudir ini diharapkan ada perubahan kedepan,” tambahnya.
Ketua LP2M PP Muhammadiyah ini menerangkan bahwa Kurikulum Pesantren Muhammadiyah saat ini telah selesai disusun oleh LP2M PP Muhammadiyah, sehingga sudah bisa digunakan untuk keberlangsungan Pesantren yang berkarakter Muhammadiyah secara utuh. Selain itu, untuk mewujudkan karakter tersebut, ia menuturkan bahwa LP2M PP Muhammadiyah telah mencetak buku khusus untuk memfasilitasi pembelajaran para santri yang membahas tentang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.


“Ada tiga hal yang perlu saya sampaikan, yang pertama mengenai Kurikulum PontrenMu yang saat ini telah selesai disusun oleh LP2M PP Muhammadiyah. Dan waktunya cukup lama dalam menyusunnya. Kami harus belajar dengan mencari sumber yang menjadi ciri pesantren Muhammadiyah. Karena seringkali kami kesulitan saat mudir Pesantren Muhammadiyah daerah yang meminta kurikulum sebagai contoh ke PP (Muhammadiyah),” sebutnya.


“Yang kedua saat ini kami telah mencetak buku khusus untuk Pesantren Muhammadiyah khususnya tentang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang disusun oleh Ustadz dan Ustadzah. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini buku tersebut dapat digunakan di sekolah-sekolah,” tukasnya.


Lebih lanjut, ia mengaku ruh Pesantren Muhammadiyah mengalir dari Pimpinannya. Perkembangan yang baik hanya dapat dilakukan jika mudirnya memiliki visi-misi kedepan dengan baik pula. Sehingga DiklatsusdirtrenMu ini ia nilai dapat menjadi jembatan untuk memfasilitasi hal tersebut.


“Dan yang ketiga terkait Manajemen Pesantren bagi Mudir PontrenMu. Bagaimana cara kita mengembangkan Pesantren Muhammadiyah yang dimulai dari mudirnya. Makanya kami minta yang dikirimkan untuk mengikuti Diklatsus ini para mudirnya, meski ada juga yang meminta wakil mudirnya untuk turut diikutkan guna memaksimalkan pelatihan ini. Mudah-mudahan dengan adanya pelatihan ini dapat memberikan bimbingan kepada mudir-mudir Pesantren untuk memajukan pesantren muhammadiyah yang berkemajuan,” pungkasnya. (HUMAS UM METRO)
 


Tags:
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori:



Arsip Berita

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website